get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari Kebebasan Pers, IJTI: Jurnalis Dihantam PHK dan Kekerasan, Negara Jangan Diam!

KSP Didorong Tindak Tegas Medsos, IJTI: Etika Jurnalistik Harus Berlaku di Ruang Digital

Kamis, 16 April 2026 | 22:31 WIB
header img
Pertemuan IJTI dan KSP, bahas penguatan ekosistem pers dan etika informasi di era digital. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsPangandaran.id - Dunia pers kembali dibuat “panas”. Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan audiensi langsung dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M. Qodari, di Kantor KSP Jakarta, Kamis (16/4/2026), membahas kondisi ekosistem informasi yang dinilai makin tak terkendali di era digital.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi. IJTI datang membawa “warning keras” soal derasnya arus informasi di media sosial yang dinilai kian mengkhawatirkan dan berpotensi merusak kualitas informasi publik.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa tantangan terbesar jurnalisme saat ini bukan hanya soal produksi berita, tetapi juga “banjir informasi” dari media sosial yang belum tentu terverifikasi.

“Informasi di media sosial makin hari makin mengkhawatirkan. Dibutuhkan jurnalis yang kuat secara kapasitas dan integritas. IJTI mendorong regulasi tegas agar penyebar informasi di media sosial juga tunduk pada standar etika dan profesional,” tegas Herik.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut