get app
inews
Aa Text
Read Next : Media Gathering Polres Pangandaran Jadi Upaya Perkuat Sinergi Polisi dan Media

Ngaji di Tengah Badai AI, IJTI: Jangan Biarkan Profesi Ini Kehilangan Jiwa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:11 WIB
header img
Mesin Bisa Menulis, Tapi Tak Bisa Merasa. IJTI Bongkar Ancaman AI untuk Media. ( Foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsPangandaran.id - Di tengah derasnya gelombang kecerdasan buatan yang makin menggila, para jurnalis televisi justru memilih duduk bersila, merenung, dan “ngaji”. Ya, itulah yang dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) lewat kegiatan bertajuk Ngaji Jurnalistik di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Mengusung tema “Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI”, forum ini bukan sekadar acara seremonial Ramadan. Suasananya khidmat, tapi isinya “panas”. Para tokoh pers blak-blakan bicara soal ancaman disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kian masif menggerus dunia media.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, langsung menohok.

“Di tengah disrupsi, pers harus survive. Itu hukum alam,” tegasnya.

Namun, kata dia, ada satu hal yang tak boleh tumbang oleh zaman: etika. Bahkan sebelum bicara soal kebenaran, etika harus lebih dulu ditegakkan.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut