Namun, ia mengakui bahwa pengelolaan data kemiskinan dan bantuan kesehatan memiliki tantangan besar karena sifatnya yang sangat dinamis. Setiap harinya, status sosial ekonomi masyarakat terus berubah.
"Data ini bergerak terus; ada yang meninggal dunia, ada yang lahir, hingga ada warga yang sudah 'naik kelas' dari kemiskinan atau sebaliknya. Dinamika inilah yang menuntut kami untuk terus melakukan konsolidasi data tanpa henti," tambahnya.
Melalui koordinasi lintas lembaga ini, pemerintah berharap data penerima bantuan kesehatan semakin akurat, sehingga anggaran negara benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
