Dapur MBG Diserbu Sayur Lokal, Petani Muda Pangandaran Ketiban Rezeki
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Biasanya program makanan gratis kerap disorot soal kualitas, bahkan tak jarang muncul isu makanan basi. Namun kali ini ceritanya berbeda. Angin segar tengah berembus kencang di kalangan petani muda di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang.
Hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar baru yang langsung berdampak pada peningkatan serapan hasil panen mereka.
Di bawah naungan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, para pemuda desa kini fokus mengembangkan budidaya selada hidroponik. Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi, proses budidaya yang relatif cepat, serta kualitas yang lebih terjaga dibandingkan metode konvensional.
Permintaan dari dapur SPPG untuk kebutuhan program MBG menjadi peluang emas. Sayuran segar seperti selada menjadi salah satu komponen utama dalam penyediaan makanan bergizi, sehingga kebutuhan pasokannya terus meningkat setiap hari.
Saat ini, para petani muda tersebut mampu memproduksi dan memasok lebih dari satu kwintal selada hidroponik per hari ke sejumlah dapur MBG. Namun, angka tersebut rupanya masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.
Editor : Irfan Ramdiansyah