Dapur MBG Diserbu Sayur Lokal, Petani Muda Pangandaran Ketiban Rezeki
“Kami baru mampu memasok sekitar 1 kwintal per hari, padahal permintaan bisa mencapai 2 kwintal. Program ini sangat membantu dan memotivasi kami untuk terus meningkatkan produksi,” ujar Kusnandar, salah satu petani muda.
Dari sisi kualitas, selada hidroponik dinilai lebih unggul karena lebih higienis dan minim kontaminasi. Hal ini juga menjadi alasan pihak dapur MBG lebih memprioritaskan pasokan dari petani lokal.
“Kami mengutamakan bahan dari petani lokal. Selada hidroponik lebih bersih dan kualitasnya terjamin untuk kebutuhan gizi masyarakat,” kata Desi, ahli gizi yang terlibat dalam program tersebut.
Sinergi antara petani muda dan program pemerintah ini diharapkan terus berlanjut. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, langkah ini juga dinilai mampu mendorong regenerasi di sektor pertanian yang selama ini mulai ditinggalkan generasi muda.
Dengan adanya kepastian pasar, para petani muda kini lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha mereka. Tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor pertanian modern.
Ke depan, sektor pertanian di Pangandaran diharapkan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi daerah, sekaligus menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Editor : Irfan Ramdiansyah