get app
inews
Aa Text
Read Next : Petani Muda Pangandaran Bikin Dunia Melongo! Dari Lumpur Sawah, Gagasannya Tembus Berlin!

Dapur MBG Diserbu Sayur Lokal, Petani Muda Pangandaran Ketiban Rezeki

Jum'at, 24 April 2026 | 01:46 WIB
header img
Petani muda Ciganjeng saat menimbang selada hidroponik yang siap dipasok ke dapur MBG, permintaan terus melonjak. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Biasanya program makanan gratis kerap disorot soal kualitas, bahkan tak jarang muncul isu makanan basi. Namun kali ini ceritanya berbeda. Angin segar tengah berembus kencang di kalangan petani muda di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang.

Hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar baru yang langsung berdampak pada peningkatan serapan hasil panen mereka.

Di bawah naungan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, para pemuda desa kini fokus mengembangkan budidaya selada hidroponik. Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi, proses budidaya yang relatif cepat, serta kualitas yang lebih terjaga dibandingkan metode konvensional.

Permintaan dari dapur SPPG untuk kebutuhan program MBG menjadi peluang emas. Sayuran segar seperti selada menjadi salah satu komponen utama dalam penyediaan makanan bergizi, sehingga kebutuhan pasokannya terus meningkat setiap hari.

Saat ini, para petani muda tersebut mampu memproduksi dan memasok lebih dari satu kwintal selada hidroponik per hari ke sejumlah dapur MBG. Namun, angka tersebut rupanya masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.


“Kami baru mampu memasok sekitar 1 kwintal per hari, padahal permintaan bisa mencapai 2 kwintal. Program ini sangat membantu dan memotivasi kami untuk terus meningkatkan produksi,” ujar Kusnandar, salah satu petani muda.

Dari sisi kualitas, selada hidroponik dinilai lebih unggul karena lebih higienis dan minim kontaminasi. Hal ini juga menjadi alasan pihak dapur MBG lebih memprioritaskan pasokan dari petani lokal.

“Kami mengutamakan bahan dari petani lokal. Selada hidroponik lebih bersih dan kualitasnya terjamin untuk kebutuhan gizi masyarakat,” kata Desi, ahli gizi yang terlibat dalam program tersebut.

Sinergi antara petani muda dan program pemerintah ini diharapkan terus berlanjut. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, langkah ini juga dinilai mampu mendorong regenerasi di sektor pertanian yang selama ini mulai ditinggalkan generasi muda.

Dengan adanya kepastian pasar, para petani muda kini lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha mereka. Tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor pertanian modern.

Ke depan, sektor pertanian di Pangandaran diharapkan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi daerah, sekaligus menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut