Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan organ penting, seperti gagal ginjal hingga gangguan fungsi hati yang mengancam nyawa.
Kelompok yang paling berisiko antara lain petani, pekerja perkebunan, warga yang tinggal di sekitar saluran air, serta masyarakat yang baru saja terdampak banjir.
Untuk mencegah penularan, RSUD Pandega mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menggunakan sepatu bot dan alat pelindung diri saat bekerja di area berisiko, serta menghindari kontak langsung dengan genangan air yang diduga tercemar.
"Kalau mengalami demam tinggi setelah beraktivitas di lingkungan berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini dan pengobatan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang fatal," tegas dr. Dede.
Melalui edukasi dalam program NGOBATAN, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin waspada terhadap bahaya leptospirosis dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit yang bisa berakibat fatal tersebut.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
