MBG Pangandaran Diterpa Dugaan Monopoli Supplier, Warga Mengaku Tersingkir Meski Harga Lebih Murah

Irfan ramdiansyah
Warga Protes, Supplier Lokal Tak Dilibatkan di MBG. ( Foto: ilustrasi/Ai)



Samingin mengaku pernah menawarkan pasokan beras dengan harga Rp13 ribu per kilogram. Menurutnya, kualitas beras yang ia tawarkan tidak kalah dengan produk yang selama ini masuk ke dapur MBG. Namun tawaran tersebut tidak diterima.

"Beras yang masuk ke dapur setahu saya sekitar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Saya tawarkan lebih murah tapi tidak diterima," ucapnya.

Tak hanya beras, ia juga mengaku pernah menawarkan ayam broiler dengan harga Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram. Namun dapur MBG disebut tetap mengambil pasokan dari pihak lain dengan harga lebih tinggi.

"Dulu kami tawarkan Rp35 ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Tapi malah ambil dari pihak lain sekitar Rp38 ribu per kilogram," katanya.

Atas kondisi itu, Samingin menduga terdapat dominasi pihak mitra dalam menentukan pemasok bahan kebutuhan dapur. Ia bahkan menilai seluruh keputusan strategis di lingkungan SPPG lebih banyak ditentukan oleh yayasan mitra.

Menurutnya, yayasan mitra yang disebut bernama MBGIE berasal dari luar Pangandaran. Ia mempertanyakan mekanisme kerja sama yang berjalan, karena menurut pemahamannya, mitra hanya bertugas menyediakan sarana dan fasilitas pendukung operasional.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network