Baby Lobster Diserbu Penangkap dari Luar Daerah, Nilai Hasil Laut Pangandaran Anjlok Miliaran Rupiah

Irfan ramdiansyah
Hasil Laut Menyusut, Jeje Wiradinata Dorong Zonasi Penangkapan Baby Lobster. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Maraknya penangkapan benih bening lobster (BBL) di perairan Pangandaran disebut telah berdampak serius terhadap perekonomian nelayan setempat. Nilai hasil tangkapan yang sebelumnya mencapai miliaran rupiah kini terus merosot seiring meningkatnya aktivitas perburuan baby lobster yang dinilai semakin tak terkendali.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, angkat suara terkait maraknya aktivitas penangkapan benih bening lobster (BBL) yang dinilai semakin tak terkendali di wilayah pesisir Pangandaran.

Menurut Jeje, berbagai aturan yang selama ini dibuat untuk mengendalikan penangkapan BBL dinilai belum berjalan efektif di lapangan. Regulasi yang ada, kata dia, lebih banyak berhenti di atas kertas tanpa pengawasan yang kuat.

“Dalam pengamatan saya, penangkapan BBL semakin hari semakin gila-gilaan. Dampaknya sudah sangat terasa terhadap hasil tangkapan nelayan,” ujar Jeje, Selasa (23/6/2026).

Ia mencontohkan penurunan nilai hasil tangkapan nelayan yang terjadi di sejumlah wilayah. Di Batu Karas misalnya, nilai produksi yang sebelumnya mencapai miliaran rupiah kini merosot tajam.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network