Di sisi lain, Bupati Citra Pitriyami menegaskan bahwa penataan parkir bukan tanpa alasan. Ia menyebut persoalan paling krusial di kawasan wisata selama ini adalah praktik pungutan liar yang mencoreng citra pariwisata daerah.
“Masalah yang paling krusial adalah pungli. Dengan penataan ini, kita mempersempit ruang gerak oknum yang memanfaatkan parkir liar,” tegas Citra di hadapan para pedagang dan pelaku wisata.
Menurutnya, titik parkir yang tidak teratur membuka celah bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menarik biaya ilegal dari wisatawan. Dengan sistem yang lebih terpusat, pengawasan dinilai akan lebih mudah dilakukan oleh pemerintah daerah dan aparat terkait.
Namun bagi pedagang, persoalan di lapangan tak sesederhana itu. Mereka mengakui praktik pungli memang harus diberantas, tetapi jangan sampai solusi yang diambil justru “mematikan” usaha kecil yang selama ini menopang denyut ekonomi pesisir.
Beberapa pedagang bahkan mengaku sudah merasakan penurunan jumlah pembeli sejak uji coba berjalan. Meski belum ada data resmi, kekhawatiran soal turunnya pendapatan harian menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
“Kami ini bukan menolak penataan. Kami hanya minta kebijakan yang adil. Jangan sampai wisatawan nyaman, tapi pedagang sengsara,” ucap seorang ibu penjual makanan ringan.
Menanggapi gelombang protes itu, Citra menyatakan kebijakan penataan parkir masih dalam tahap percobaan. Ia membuka ruang evaluasi dan berjanji akan melakukan kajian ulang untuk mencari titik temu yang tidak merugikan masyarakat kecil.
“Kebijakan ini akan terus dikaji. Kami ingin solusi terbaik, tidak merugikan pedagang, tapi juga bisa memperbaiki tata kelola wisata,” katanya.
Meski demikian, pedagang berharap evaluasi tak sekadar janji. Mereka meminta pemerintah benar-benar turun melihat kondisi transaksi harian, bukan hanya mengandalkan laporan di atas kertas.
Pantai Pangandaran selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi warga. Ribuan keluarga menggantungkan hidup dari ramainya kunjungan wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim libur. Setiap perubahan kebijakan di kawasan tersebut otomatis berdampak langsung pada dapur masyarakat kecil.
Kini, harapan pedagang sederhana: penataan boleh jalan, tapi jangan sampai memutus rezeki. Mereka ingin dilibatkan dalam setiap keputusan, bukan hanya menjadi penonton yang harus menerima dampak.
Penataan parkir mungkin bertujuan mulia, memberantas pungli dan mengurai kemacetan. Namun di balik itu, ada jeritan pedagang kecil yang takut kehilangan pembeli. Pemerintah dituntut tak sekadar menata kendaraan, tapi juga menjaga denyut ekonomi rakyat pesisir agar tetap hidup.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
