Hajat Laut Pangandaran 2026 Siap Digelar, Usung Tema Budaya dan Aqidah
Di bidang olahraga dan ketangkasan pesisir, warga dapat mengikuti lomba dayung, balap perahu, renang nelayan, paddleboard nelayan, menangkap meri hingga tarik tambang. Sementara kaum ibu nelayan akan beradu kreativitas melalui lomba tumpeng, memasak pindang gunung, lomba kebaya ibu dan anak nelayan, serta karnaval budaya.
Tak hanya itu, generasi muda juga mendapat ruang berekspresi melalui lomba melukis, mengarang cerita tentang Pangandaran, hingga turnamen basket tingkat SLTA.
“Anak-anak muda harus menjadi bagian dari pelestarian budaya daerah. Karena itu kami siapkan berbagai perlombaan yang melibatkan pelajar dan generasi muda,” katanya.
Nuansa religius dalam Hajat Laut tahun ini juga diperkuat melalui kegiatan istighosah atau doa bersama. Selain itu, panitia menggelar sejumlah perlombaan bernuansa keagamaan seperti tilawatil Quran, pupuh, hingga pemilihan dai cilik (pildacil).
Puncak acara akan ditandai dengan Festival Budaya yang menampilkan berbagai kesenian khas Pangandaran. Pengunjung akan disuguhkan pawai dongdang, tari penyambutan, tari kolosal Rengganis, ronggeng amen, tekos hingga cucurak ebeg yang menjadi kebanggaan masyarakat pesisir.
Jeje menegaskan, suksesnya Hajat Laut 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Susi Air hingga sejumlah stakeholder lainnya.
“Ini merupakan hasil kolaborasi bersama untuk menjaga tradisi dan memajukan pariwisata Pangandaran. Pendaftaran lomba dibuka mulai 1 sampai 7 Juni 2026 di Sekretariat DPC HNSI Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya.
Dengan hadiah besar, ragam perlombaan, kegiatan religi hingga pertunjukan budaya spektakuler, Hajat Laut Pangandaran 2026 dipastikan kembali menjadi magnet wisata yang menarik ribuan warga dan wisatawan ke pesisir selatan Jawa Barat.
Editor : Irfan Ramdiansyah