Menurutnya, agenda krusial tersebut mencakup pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga penanganan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk bencana kekeringan.
Bagi Riki, ketidakhadiran dalam rapat-rapat penting yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat merupakan persoalan kedisiplinan yang serius.
Terkait absennya mayoritas anggota Fraksi PDIP dalam Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Riki memberikan penjelasan tersendiri.
Ia menilai, rapat paripurna peringatan hari jadi kabupaten tersebut memang memiliki nilai penting, tetapi tidak diagendakan untuk mengambil keputusan krusial sehingga, menurutnya, tidak memerlukan kuorum.
Karena bersifat seremonial, Riki menilai rapat tersebut tetap dapat berjalan meskipun hanya dihadiri sedikit anggota dewan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara institusi kepartaian, PDIP tetap menghormati agenda Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.
Riki juga menyoroti prioritas kader PDIP dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, menghadiri dan menghormati peringatan Milangkala memang penting, tetapi perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian utama.
"Menghadiri atau menghormati acara milangkala itu penting. Tapi yang sangat penting adalah berjuang sekeras-kerasnya untuk kepentingan masyarakat banyak, sesuai dengan cita-cita pemekaran," pungkas Riki dengan nada tegas.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
