PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Tata kelola dana zakat dan infak Aparatur Sipil Negara atau ASN di Kabupaten Pangandaran disorot kalangan pemuda. Sorotan mengarah pada transparansi pengelolaan dana umat, mulai dari jumlah yang berhasil dihimpun, porsi hak amil dan operasional lembaga, hingga besaran dana yang benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tokoh pemuda asal Kecamatan Padaherang, Padna, meminta Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Pangandaran membuka secara terang benderang arus penerimaan dan pendistribusian dana zakat maupun infak.
Menurutnya, masyarakat dan para muzaki berhak mengetahui bagaimana dana umat tersebut dikelola.
“Saya menyayangkan jika duit hasil zakat diduga lebih besar digunakan untuk administrasi atau gaji pegawai daripada disalurkan kepada kaum dhuafa,” ujar Padna.
Ia juga meminta Baznas menjelaskan secara terbuka aturan mengenai batas hak amil serta penggunaan dana untuk kebutuhan operasional.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
