Material hitam pekat itu kini terlihat membentuk hamparan memanjang dari kawasan Pantai Sukaresik hingga mengarah ke kawasan wisata Batu Hiu.
Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran para nelayan dan pegiat lingkungan. Mereka menilai tumpahan batu bara berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis yang serius apabila tidak segera ditangani.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyayangkan minimnya langkah mitigasi setelah kapal didamparkan.
Menurutnya, memindahkan ribuan ton batu bara ke kawasan pasang-surut tanpa pengamanan maksimal sama saja mempertaruhkan masa depan ekosistem pesisir dan mata pencaharian masyarakat nelayan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
