Diguyur Hujan Deras, Tembok Kantor Desa-SDN 4 Padaherang Ambrol, Akses Jalan Lumpuh!

Rd.Irfan Ramdiansyah
Akses jalan mulai bisa dilalui kendaraan roda dua. ( Foto: ist)

“Lokasinya di Dusun Burujul RT 08 RW 06, Desa Padaherang. Tembok pembatas antara kantor desa dan sekolah mengalami longsor, sehingga akses jalan tertutup material tanah,” ujar Kusnadi, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, posisi tanah memang berada di daratan yang lebih tinggi, sehingga saat hujan deras turun dengan intensitas tinggi, struktur tanah menjadi labil dan akhirnya ambrol.

Mendapat laporan warga, aparat desa bersama Tagana dan masyarakat sekitar langsung turun tangan melakukan pembersihan secara manual. Dengan alat seadanya seperti cangkul dan sekop, mereka berjibaku membersihkan timbunan tanah demi membuka akses secepat mungkin.

“Yang penting untuk sementara jalan bisa dilalui kendaraan motor dulu. Itu prioritas awal,” katanya.

Suasana gotong royong pun terlihat sejak pagi. Warga bahu-membahu menyingkirkan material longsor agar aktivitas tidak lumpuh terlalu lama. Beberapa pengendara bahkan terpaksa memutar arah karena jalan belum sepenuhnya bisa dilewati mobil.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menurunkan alat berat ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.

“Kami sudah turunkan alat berat agar akses jalan bisa segera dibuka dan kembali normal,” tegas Dodo.

Ia mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan atau lereng dengan kemiringan tinggi, agar tetap waspada saat hujan deras turun. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan,” ujarnya.

Tak hanya warga yang bermukim di kawasan rawan, para pengendara juga diminta lebih berhati-hati saat melintas di jalur yang berada di tebing atau dataran tinggi.

“Pengendara sebaiknya memilih jalur yang aman dan tidak rawan longsor. Jangan memaksakan diri melintas saat kondisi cuaca buruk,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa musim hujan bukan hanya soal genangan air, tetapi juga ancaman longsor yang bisa datang tiba-tiba, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan masih terus dilakukan. Akses jalan mulai bisa dilalui kendaraan roda dua secara terbatas, sementara kendaraan roda empat masih menunggu penyelesaian evakuasi material oleh alat berat.

Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan langkah antisipatif, termasuk penguatan kembali tembok pembatas agar kejadian serupa tak terulang saat hujan deras kembali mengguyur.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network