AMPEL Jilid 2 Menggebrak Langkaplancar, Krisis BBM hingga Dugaan Pungli Jadi Sorotan
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, kembali menjadi sorotan. Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “AMPEL Jilid 2 – Seruan Aksi BBM” di Lapang Bola Desa Bangunjaya, Rabu (28/10/2026).
Tak hanya soal BBM, massa juga menyuarakan sejumlah persoalan pelayanan publik, mulai dari kepastian hukum bagi penyalur dan pengecer BBM, kebutuhan SPBU, perbaikan jalan dan penerangan jalan umum (PJU), hingga distribusi pupuk bagi petani.
Dalam aksi tersebut, AMPEL menyampaikan enam poin tuntutan kepada pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, dan instansi terkait. Massa berharap berbagai persoalan yang dinilai berdampak terhadap kehidupan masyarakat itu mendapat penanganan konkret.
AMPEL menilai keterbatasan akses BBM berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta warga yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan mendistribusikan barang.
Kondisi tersebut dinilai dapat menambah biaya operasional dan menyulitkan mobilitas masyarakat. Karena itu, AMPEL meminta pemerintah dan pihak terkait mengevaluasi mekanisme distribusi BBM serta mencari solusi jangka panjang bagi wilayah Langkaplancar.
Editor: Irfan Ramdiansyah