Ibu Muda di Pangandaran Diduga Jadi Korban KDRT, Kepala Dihantam Palu hingga 30 Jahitan
Menurut Yaya, korban sempat keluar rumah dan berada di pinggir jalan. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian kemudian datang dan berusaha melerai pertengkaran tersebut.
Yaya juga menyebut terdapat bercak darah di dalam rumah, terutama di area kamar.
"Dari jejak TKP, di kamar sudah banyak bercak darah," katanya.
Setelah kejadian, korban kemudian dibawa warga ke Puskesmas Sindangwangi untuk mendapatkan penanganan medis. Luka pada bagian kepala korban disebut cukup serius. Korban bahkan harus mendapatkan sekitar 30 jahitan.
"Setelah Subuh saya ikut mengantar korban ke Puskesmas Sindangwangi. Ada sekitar 30 jahitan di bagian kepala korban," ucapnya.
Sementara itu, setelah pertengkaran dilerai warga, suami korban dikabarkan menenggak racun. Yaya kemudian mengarahkan yang bersangkutan untuk mendapatkan penanganan medis di Klinik Puspa, Kecamatan Kalipucang.
Terkait penyebab pertengkaran, Yaya menyebut persoalan ekonomi dan kecemburuan diduga menjadi salah satu latar belakang. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti pemicu pertengkaran tersebut.
"Karena masih pasangan muda, ketika ada permasalahan mungkin langsung emosi tinggi. Tapi penyebab pastinya saya kurang tahu," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai penanganan hukum terhadap dugaan kasus KDRT tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Polisi diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan kronologi serta penyebab terjadinya dugaan kekerasan tersebut.
Editor : Irfan Ramdiansyah