get app
inews
Aa Text
Read Next : Batu Bara Diduga Cemari Pesisir Pangandaran, Nelayan Mengamuk! HNSI Ancam Gugat Class Action

Baby Lobster Diserbu Penangkap dari Luar Daerah, Nilai Hasil Laut Pangandaran Anjlok Miliaran Rupiah

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:47 WIB
header img
Hasil Laut Menyusut, Jeje Wiradinata Dorong Zonasi Penangkapan Baby Lobster. (Foto: iNewsPangandaran.id)



“Dulu bisa sampai Rp4 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp1 miliar. Ada yang dari Rp2,1 miliar turun tinggal Rp700 juta. Ini salah satu dampak yang kami lihat dari maraknya penangkapan benih lobster,” katanya.

Meski demikian, Jeje menegaskan dirinya tidak setuju jika persoalan tersebut diselesaikan dengan pendekatan represif atau tindakan kekerasan terhadap para pencari BBL.
Menurutnya, solusi yang lebih realistis adalah mengajak para nelayan untuk membangun kesadaran bersama melalui kearifan lokal.

“Kita tidak bisa menyelesaikan dengan cara-cara kekerasan. Saya memilih mengajak mereka berpikir dengan kearifan lokal. Hanya kita, oleh kita, dan untuk kita,” tegasnya.

Sebagai jalan tengah, HNSI Pangandaran mendorong penerapan sistem zonasi penangkapan. Dalam konsep tersebut, akan ada wilayah yang diperbolehkan untuk aktivitas penangkapan BBL dan ada kawasan yang harus dilindungi.

Tujuannya agar ekosistem laut tetap terjaga dan siklus pertumbuhan lobster tidak terputus.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut