get app
inews
Aa Text
Read Next : Program MBG di Pangandaran Libur Sementara Ikuti Jadwal Sekolah

MBG Pangandaran Diterpa Dugaan Monopoli Supplier, Warga Mengaku Tersingkir Meski Harga Lebih Murah

Rabu, 24 Juni 2026 | 15:52 WIB
header img
Warga Protes, Supplier Lokal Tak Dilibatkan di MBG. ( Foto: ilustrasi/Ai)



Samingin mengaku pernah menawarkan pasokan beras dengan harga Rp13 ribu per kilogram. Menurutnya, kualitas beras yang ia tawarkan tidak kalah dengan produk yang selama ini masuk ke dapur MBG. Namun tawaran tersebut tidak diterima.

"Beras yang masuk ke dapur setahu saya sekitar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Saya tawarkan lebih murah tapi tidak diterima," ucapnya.

Tak hanya beras, ia juga mengaku pernah menawarkan ayam broiler dengan harga Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram. Namun dapur MBG disebut tetap mengambil pasokan dari pihak lain dengan harga lebih tinggi.

"Dulu kami tawarkan Rp35 ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Tapi malah ambil dari pihak lain sekitar Rp38 ribu per kilogram," katanya.

Atas kondisi itu, Samingin menduga terdapat dominasi pihak mitra dalam menentukan pemasok bahan kebutuhan dapur. Ia bahkan menilai seluruh keputusan strategis di lingkungan SPPG lebih banyak ditentukan oleh yayasan mitra.

Menurutnya, yayasan mitra yang disebut bernama MBGIE berasal dari luar Pangandaran. Ia mempertanyakan mekanisme kerja sama yang berjalan, karena menurut pemahamannya, mitra hanya bertugas menyediakan sarana dan fasilitas pendukung operasional.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut