Ratusan Lobster Mati di Pangandaran, Pembudidaya Duga Imbas Tongkang Batu Bara Kandas
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Dampak kandasnya tongkang pengangkut batu bara di perairan Pangandaran mulai memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat pesisir. Seorang pembudidaya lobster mengaku mengalami kerugian setelah ratusan benih lobster miliknya mati secara mendadak hanya beberapa hari pascakejadian tersebut.
Pembudidaya lobster, Aef Saepuloh, menyebut sebelumnya aktivitas budidaya berjalan normal tanpa gangguan berarti. Produksi stabil, tingkat hidup benih juga masih terjaga. Namun situasi berubah drastis. Ratusan benih lobster yang tengah dipersiapkan untuk pembesaran ditemukan sudah tidak bernyawa saat akan dipindahkan ke area pemeliharaan.
“Awalnya tidak ada masalah. Kondisi budidaya normal. Tapi ketika benih akan dimasukkan ke tempat pemeliharaan, semuanya sudah mati,” ujar Aef, Selasa (23/6/2026).
Aef memperkirakan sekitar 500 ekor benih lobster mati dalam peristiwa tersebut. Dengan nilai sekitar Rp10 ribu per ekor, kerugian langsung ditaksir mencapai Rp5 juta, belum termasuk biaya operasional dan tenaga kerja.
Ia menduga adanya perubahan kualitas air laut yang berdampak pada lingkungan budidaya, mengingat sistem yang digunakan sangat bergantung pada air laut sekitar lokasi. Cuaca panas beberapa hari terakhir juga disebut ikut memperburuk kondisi.
Editor : Irfan Ramdiansyah