get app
inews
Aa Text
Read Next : Hajat Laut Pangandaran 2026 Siap Digelar, Usung Tema Budaya dan Aqidah

Dongdang Berarak, Bunga Ditebar ke Laut! Ribuan Wisatawan Serbu Hajat Laut Pangandaran

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:33 WIB
header img
Dari Karnaval Dongdang hingga Tabur Bunga, Hajat Laut Pangandaran Bikin Wisatawan Terpukau. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Lautan manusia membanjiri kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (16/6/2026). Ribuan warga hingga wisatawan mancanegara tumpah ruah menyaksikan kemeriahan tradisi tahunan Hajat Laut Pangandaran 2026 yang digelar Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Selasa (16/6/2026).

Mengusung tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”, perhelatan budaya terbesar masyarakat nelayan itu berlangsung semarak sejak pagi hari. Deretan dongdang berisi hasil bumi, pertunjukan seni budaya, hingga berbagai perlombaan rakyat sukses menyedot perhatian pengunjung yang memadati kawasan pesisir.

Sorak-sorai warga pecah saat rombongan karnaval dongdang melintas. Dongdang yang dihias aneka hasil pertanian dan simbol kemakmuran itu diarak mengelilingi kawasan pantai, menjadi salah satu ikon yang paling ditunggu dalam setiap pelaksanaan Hajat Laut.

Tak hanya di daratan, kemeriahan juga berlanjut di tengah samudra. Ratusan nelayan bersama tokoh masyarakat berlayar menggunakan perahu-perahu hias menuju perairan Pangandaran untuk menjalani prosesi sakral tabur bunga.

Di tengah deburan ombak, bunga-bunga ditebar ke laut sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan melalui hasil tangkapan ikan. Prosesi tersebut juga menjadi doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat mencari nafkah di lautan.



Momen sakral itu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung mengabadikan prosesi tabur bunga dari atas kapal maupun dari bibir pantai. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir menyaksikan rangkaian acara. Di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, , Anggota DPR RI , serta Bupati .

Tak kalah memukau, penampilan tari kolosal Dewi Rengganis berhasil mencuri perhatian ribuan penonton. Tarian yang mengangkat legenda Kerajaan Pananjung itu disuguhkan secara megah dengan melibatkan banyak penari, menciptakan suasana yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah seorang wisatawan asal Jerman, Antoni, mengaku terkesan dengan kemeriahan tradisi yang disaksikannya.

"Pangandaran sangat bagus, selalu ramai dan orang-orangnya ramah," ujarnya.

Di balik kemeriahan pesta rakyat tersebut, HNSI Pangandaran juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.


Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata menegaskan bahwa berbagai aturan pengelolaan perikanan harus dipandang sebagai langkah perlindungan masa depan.

Menurutnya, kekayaan laut Pangandaran tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan demi keuntungan sesaat, melainkan harus dijaga agar tetap lestari untuk anak cucu di masa mendatang.

Hajat Laut Pangandaran bukan sekadar pesta budaya tahunan. Tradisi ini menjadi simbol kuat hubungan masyarakat pesisir dengan laut yang menjadi sumber kehidupan mereka. Melalui prosesi tabur bunga di tengah samudra, masyarakat nelayan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan akan keselamatan dan keberkahan.

Di sisi lain, kemeriahan Hajat Laut juga terbukti menjadi magnet wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung ke Kabupaten Pangandaran. Perpaduan budaya, religi, dan pariwisata menjadikan tradisi ini terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat pesisir selatan Jawa Barat.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut