Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Makan! Pasien Cuci Darah di Pangandaran Diingatkan Bahaya Garam dan Buah Tinggi Kalium
Advertisement . Scroll to see content

Campak Mengintai Diam-Diam! Dokter Anak Bongkar Gejala yang Sering Disangka Flu

Minggu, 19 April 2026 | 20:29 WIB
  • author Eris Riswana
Campak Mengintai Diam-Diam! Dokter Anak Bongkar Gejala yang Sering Disangka Flu
dr. Dyah Rahmawanti jelaskan bahaya campak yang sering disangka flu. (Foto: Istimewa).


Campak bukan hanya soal ruam dan demam. Jika diabaikan, penyakit ini bisa memicu komplikasi berat yang mengancam nyawa.

Beberapa komplikasi yang diungkap antara lain:
• Infeksi telinga
• Pneumonia (radang paru)
• Ensefalitis (radang otak)
• Gangguan penglihatan
•
“Ini yang sering tidak disadari masyarakat. Campak bisa berkembang jadi kondisi yang jauh lebih berbahaya,” tegasnya lagi.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk membunuh virus campak. Penanganan dilakukan dengan cara meredakan gejala dan menjaga kondisi tubuh pasien.

Langkah yang dianjurkan meliputi:
• Pemberian obat penurun panas
• Istirahat cukup
• Asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
• Pemberian Vitamin A sesuai anjuran dokter
•
Namun, dr. Dyah menekankan bahwa langkah paling ampuh bukanlah pengobatan, melainkan pencegahan.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Dyah mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama bagi anak-anak dari serangan campak.

Jadwal vaksin MR yang dianjurkan:
• Dosis pertama: usia 9 bulan
• Dosis kedua: usia 18 bulan
• Booster: saat kelas 1 SD melalui program BIAS

“Jangan sampai anak kehilangan haknya untuk terlindungi. Imunisasi itu kunci utama,” tegasnya.

Melalui kegiatan NGOBATAN ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat meningkat, terutama dalam mengenali gejala awal campak dan pentingnya imunisasi.

Bagi warga yang ingin berkonsultasi lebih lanjut, layanan pemeriksaan anak bersama dr. Dyah Rahmawanti tersedia di RSUD Pandega Pangandaran.

“Kenali tandanya, cegah bahayanya, lindungi buah hati kita,” pungkas dr. Dyah.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut