Bagi Coklat dan Al-Qur’an, Cara Polres Pangandaran Tertibkan Lalin Jelang Maghrib
Menurutnya, Bundaran Marlin menjadi titik strategis karena selalu dipadati kendaraan menjelang berbuka. Banyak warga ngabuburit, berburu takjil, hingga sekadar berkeliling menikmati suasana sore.
“Momentum jelang Maghrib arus kendaraan meningkat. Kami ingin memastikan semuanya tetap aman dan tidak terjadi pelanggaran yang bisa berujung kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, menegaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas selama Ramadan.
“Kami mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif. Pengendara yang lengkap kami beri apresiasi. Yang belum lengkap kami tegur secara humanis dan kami ingatkan agar segera melengkapi perlengkapan keselamatan,” kata AKP Yudi Risnandar.
Ia menyebut, waktu ngabuburit menjadi salah satu jam rawan pelanggaran, terutama bagi pengendara muda yang kerap memacu kendaraan dengan tergesa-gesa menjelang berbuka.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru. Jangan karena mengejar waktu berbuka lalu mengabaikan keselamatan. Helm, spion, surat-surat kendaraan, itu hal dasar yang wajib dipenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, pembagian Al-Qur’an juga menjadi simbol bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, termasuk dalam hal disiplin berlalu lintas.
“Kami ingin pesan moralnya sampai. Tertib di jalan adalah bagian dari ibadah juga, karena kita menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Salah seorang pengendara, Rian (23), mengaku terkejut saat diberhentikan polisi. Namun rasa cemasnya berubah menjadi senyum saat menerima coklat karena dinilai lengkap.
“Biasanya kalau diberhentikan deg-degan. Ini malah dikasih coklat. Jadi makin semangat buat tetap tertib,” ujarnya.
Menjelang adzan Maghrib berkumandang, arus lalu lintas di Bundaran Marlin tetap terkendali. Warga melanjutkan perjalanan dengan wajah lega. Ngabuburit kali ini bukan hanya soal menunggu bedug berbunyi, tetapi juga tentang pesan keselamatan yang dibagikan dengan cara berbeda, manis, sejuk, dan penuh makna Ramadan.
Editor : Irfan Ramdiansyah