get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Pangandaran Sabet 2 Penghargaan Bergengsi dari KPPN Tasikmalaya

Cuaca Buruk Hambat Pencarian Atlet Terjun Payung di Pangandaran, Dirpolairud Turunkan Robot Selam

Kamis, 01 Januari 2026 | 15:51 WIB
header img
Dirpolairud Polda Jawa Barat akhirnya menurunkan senjata andalan, robot bawah air. (Foto: iNewsPangandara.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Misteri hilangnya atlet terjun payung bernama Widiasih (58) di perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, masih terus menyita perhatian. Setelah dua hari pencarian belum membuahkan hasil, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Barat akhirnya menurunkan senjata andalan, robot bawah air.

Korban diketahui jatuh ke laut saat melakukan aktivitas terjun payung pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan berjibaku menyisir area laut yang dikenal memiliki arus kuat dan kontur dasar yang cukup ekstrem.

Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra, mengatakan penggunaan robot selam menjadi langkah strategis mengingat kondisi cuaca yang belum bersahabat.

“Kami sudah mengirimkan tim penyelam sebagai backup. Namun, karena kondisi cuaca kurang mendukung, kami prioritaskan penggunaan robot bawah air terlebih dahulu,” ujar Edward saat ditemui di Pelabuhan Bojongsalawe, Rabu (31/12/2025) siang.

Menurutnya, hingga kini titik pasti jatuhnya korban masih belum diketahui secara akurat. Tim SAR masih mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mempersempit area pencarian di dasar laut.

“Kami belum menentukan koordinat pastinya. Kami akan memperkecil radius pencarian. Kami juga perlu tahu posisi helm, parasut, dan petunjuk lain. Dari situ baru ditentukan area penyelaman,” jelasnya.

Faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Gelombang laut yang tidak stabil membuat keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

“Jangan sampai niat menolong, justru membahayakan personel. Keselamatan tetap nomor satu,” tegas Edward.

Robot bawah air yang diturunkan memiliki kemampuan menjangkau kedalaman hingga 300 meter. Alat ini akan menyisir dasar laut untuk mendeteksi keberadaan korban sebelum penyelam diturunkan secara langsung.

“Robot ini akan kami turunkan lebih dulu. Kalau sudah terdeteksi posisinya, baru penyelam melakukan evakuasi,” tambahnya.

Sementara itu, dugaan sementara menyebutkan parasut korban masih mengembang dan kemungkinan tersangkut di area karang. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko jika dilakukan pencarian manual tanpa bantuan teknologi.

“Karena itulah robot bawah air jadi sangat efektif untuk kondisi seperti ini,” pungkas Edward.

Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan Widiasih dapat segera ditemukan.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut