Dengan begitu, penanganan gangguan diharapkan lebih fleksibel sehingga pasokan listrik untuk kawasan pariwisata dapat tetap terjaga.
“Kalau misalkan nanti ada gangguan, kita bisa manuver dari sumber yang lain. Jadi, khusus untuk daerah pariwisata, kita lebih tingkatkan kembali sisi keandalan pasokan listriknya,” katanya.
Dicky menjelaskan, rencana penarikan kabel tanah sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut telah diajukan sebelumnya dan akhirnya dapat direalisasikan pada tahun ini.
Pelaksanaannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 hari. Namun, durasi pekerjaan tetap bergantung pada kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
