Menurut Titi, persoalan rokok bukan hanya menyangkut orang yang mengisapnya. Asap rokok juga bisa berdampak kepada orang-orang di sekitar yang kemudian menjadi perokok pasif.
Terlebih, kata dia, ada kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap paparan asap rokok, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
“Karena dampak rokok itu bukan hanya kepada perokoknya, tetapi juga membahayakan orang yang ada di sekitarnya. Kan jadi perokok pasif, terutama pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” katanya.
Soal ancaman denda yang terpampang jelas di plang, Titi menegaskan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lokasi wisata tidak semata-mata ditujukan untuk menghukum wisatawan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
