Senada dengan hal tersebut, pengguna Facebook Tyo Pakusadewa menegaskan, "Yg terpenting penerangan jln dibenahi dl baru pasang ETLE.. Jalur aja msh bnyk yg gelap klo mlm."
Besarnya alokasi anggaran senilai Rp1,3 miliar menjadi sorotan pemilik akun @ariesfjri yang berkomentar, "Buset anggaran 1,3 m gile gile," serta akun @ichsan_dinulhaq yang menyayangkan alokasi dana publik tersebut.
Akun @_jeha23 menilai kebijakan ini bisa berdampak pada tingkat kunjungan warga luar daerah dengan menuliskan, "Salah satu cara mengurangi jumlah wisatawan."
Sementara akun Facebook Cayut Cyt mengeluhkan kondisi ekonomi warga saat ini, "Ker pusing yeuh usaha ge hese neangan duit kieu.. namabah bae aturan lah..." (Sedang pusing usaha juga susah cari uang begini.. tambah terus aturan).
Pengguna Facebook Angling Prabu meragukan efektivitas penindakan ETLE karena kendala kepemilikan dokumen kendaraan, "Gak bakalan efektif lolobana motor sabeulah gak byr pajak trus yg punya motor kebanyakan masih STNK a.n org..." (Tidak akan efektif, kebanyakan motor sebelah tidak bayar pajak terus yang punya motor kebanyakan masih STNK atas nama orang lain).
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memasifkan sosialisasi sebelum ETLE beroperasi penuh, tetapi juga mendengarkan aspirasi warga terkait pembenahan fasilitas jalan umum serta penerangan di jalur utama Pangandaran.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
