Bupati Pangandaran Ingin Evaluasi PSDKU Unpad, Mantan Ketua DPRD Bereaksi

Irfan ramdiansyah
Evaluasi PSDKU Unpad diperdebatkan, Iwan ingatkan pentingnya memahami sejarah program. (Foto: iNewsPangandaran.id)



Menurut Iwan, keberadaan PSDKU bukan sekadar membuka kampus di daerah, melainkan bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada era Gubernur Ahmad Heryawan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di wilayah yang akses kuliahnya masih rendah.

Ia menjelaskan, saat itu ITB ditempatkan di Cirebon, IPB di Sukabumi, sedangkan Unpad hadir di Pangandaran sebagai bentuk afirmasi agar anak-anak daerah memiliki kesempatan lebih besar menempuh pendidikan tinggi.

"Kalau lewat kompetisi penuh, cenderung anak-anak Pangandaran kalah karena tingkat persaingan Unpad tinggi. Fasilitas sekolah kita harus diakui masih kurang dibanding anak-anak kota. Itulah kenapa dulu saya meminta PSDKU, karena format ini meniscayakan adanya kuota khusus," tegas Iwan.

Menurutnya, kuota afirmasi 50 persen memang dirancang agar seleksi dilakukan di antara sesama pelajar Pangandaran, bukan dipertandingkan secara langsung dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Karena itu, Iwan menilai solusi bimbingan belajar enam bulan yang ditawarkan pemerintah daerah belum menyentuh akar persoalan. Baginya, yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah secara menyeluruh.

"Kalau cara berpikir Bupati seperti itu, ya sekalian saja tidak usah ada PSDKU. Capek-capek kita berjuang penuh di awal tahun dulu," cetusnya.

Iwan juga menepis jika persoalan administrasi keuangan antara Pemkab dan Unpad dijadikan alasan mengevaluasi keberadaan PSDKU. Menurutnya, persoalan tersebut hanyalah urusan administratif yang tinggal diselesaikan sesuai mekanisme.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar Bupati Citra tidak mengambil keputusan strategis hanya berdasarkan komunikasi dengan pihak universitas.

"Pahami dulu hal-hal yang paling prinsip dari sebuah PSDKU dan sejarahnya. Ajak ngomong semua, termasuk DPRD. Karena saya khawatir, kalau Bupati hanya mendengarkan kata Unpad, nanti kepentingan masyarakat Pangandaran tidak akan terpahami dengan baik," tegasnya.

Iwan pun meminta Pemkab Pangandaran membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum memutuskan arah kerja sama dengan Unpad.

Ia menyarankan agar DPRD, tokoh-tokoh yang terlibat dalam lahirnya PSDKU, jajaran Dinas Pendidikan, hingga para pelaku sejarah pendidikan di Pangandaran dilibatkan dalam pembahasan.

"Saran saya, ajak ngomong semua pihak. DPRD ajak ngomong. Tokoh-tokoh seperti Mantan Gubernur Pak Ahmad Heryawan, Mantan Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono, pelaku sejarah di sini seperti Mantan Bupati Jeje Wiradinata, Mantan Kadisdikpora Surman, serta Mantan Sekretaris Disdikpora Pangandaran Agus Nurdin, ajak ngomong semua. Jangan bicaranya malah seperti membela Unpad," pungkasnya.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network