Tabur Bunga Kerap Disalahartikan, Jeje Wiradinata Bongkar Makna Sebenarnya Hajat Laut Pangandaran

Irfan ramdiansyah
Tabur Bunga ke Laut Kerap Disalahartikan, Jeje Jelaskan Makna Sesungguhnya. (Foto: iNewsPangandaran.id)



Karena itu, ia menilai Hajat Laut merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga selama tidak bertentangan dengan ajaran agama maupun nilai-nilai luhur masyarakat setempat.

"Hajat Laut ini terus berkembang sejak saya kecil, sejak kakek saya masih ada. Tradisi ini harus tetap dirawat karena merupakan bagian dari identitas masyarakat Pangandaran," katanya.

Tak hanya prosesi di laut, rangkaian Hajat Laut juga dipenuhi berbagai kegiatan budaya yang sarat makna. Salah satunya tradisi cucurak atau makan bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan warga pesisir.

Selain itu, masyarakat juga disuguhkan pertunjukan tari kolosal yang mengangkat sejarah dan legenda Pangandaran melalui sosok Dewi Rengganis. Kisah tersebut berkaitan dengan Kerajaan Galuh Pananjung yang dikenal dalam cerita rakyat sebagai cikal bakal lahirnya Dewi Rengganis dan berkembangnya kesenian Ronggeng Gunung.

Di hadapan awak media, Jeje membeberkan tiga makna utama yang menjadi ruh pelaksanaan Hajat Laut di Pangandaran.

Pertama, pelaksanaan istigasah dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus permohonan keselamatan bagi para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di tengah ganasnya lautan.

Kedua, prosesi tabur bunga dan pelepasan air doa ke tengah laut yang selama ini kerap disalahartikan sebagian pihak.

Jeje menegaskan, tabur bunga bukanlah ritual mistis. Prosesi tersebut merupakan simbol cinta dan penghormatan masyarakat terhadap laut yang telah memberi kehidupan bagi ribuan nelayan Pangandaran.

"Kenapa tabur bunga? Karena bunga itu tanda cinta. Cinta laut dan sayang laut," tegasnya.

Sementara pelepasan air doa ke laut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau meninggal dunia saat mencari nafkah di tengah samudra dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

"Air doa itu salah satu bentuk penghormatan dan ziarah kepada teman-teman nelayan yang hilang atau meninggal dunia di laut," ungkapnya.

Ketiga, Hajat Laut menjadi momentum evaluasi tahunan bagi masyarakat nelayan. Melalui tradisi tersebut, para nelayan diajak melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup, aktivitas melaut, hingga harapan-harapan yang ingin dicapai pada tahun berikutnya.

Bagi masyarakat Pangandaran, Hajat Laut bukan sekadar tradisi budaya. Di dalamnya tersimpan nilai syukur, penghormatan terhadap alam, penghargaan kepada para nelayan yang telah gugur di lautan, serta tekad untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Tradisi inilah yang membuat Hajat Laut terus bertahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat pesisir Pangandaran.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network