PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Di balik meriahnya perayaan Hajat Laut yang setiap tahun digelar masyarakat pesisir Pangandaran, tersimpan makna mendalam yang tak banyak diketahui publik. Tradisi turun-temurun yang berlangsung menjelang pergantian Tahun Baru Islam itu bukan sekadar pesta rakyat atau kegiatan seremonial semata.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan Hajat Laut merupakan wujud rasa syukur nelayan kepada Tuhan sekaligus bentuk penghormatan terhadap laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Menurut Jeje, tradisi yang telah mengakar sejak puluhan tahun lalu itu selalu dilaksanakan pada penghujung tahun Hijriah dan memasuki awal bulan Muharam. Momentum tersebut dipilih sebagai simbol membuka lembaran tahun baru dengan harapan, doa, dan semangat yang lebih baik.
"Pada dasarnya ini adalah bentuk syukuran. Biasanya dilaksanakan di akhir tahun Hijriah dan awal Muharam," ujar Jeje kepada wartawan di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Selasa (16/6/2026).
Jeje mengaku telah mengenal tradisi Hajat Laut sejak masih kecil. Bahkan, menurutnya, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak masa kakek-nenek mereka dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
