Tak berhenti di situ, sosialisasi juga digencarkan. Tujuannya jelas: biar seluruh tenaga medis makin paham cara menangani stunting secara komprehensif. Bukan cuma soal pengobatan, tapi juga urusan gizi anak yang sering jadi akar masalah.
Langkah ini dianggap krusial. Pasalnya, stunting bukan penyakit biasa. Dampaknya bisa panjang, mulai dari gangguan tumbuh kembang hingga menurunnya kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dengan gebrakan ini, pihak rumah sakit berharap kualitas pelayanan anak makin naik kelas. Nggak cuma sekadar mengobati, tapi juga mencegah sejak dini.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung program pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Targetnya jelas, menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Kini, bola panas ada di lapangan. Dengan pedoman sudah disiapkan dan kolaborasi lintas sektor sudah dibentuk, publik menunggu hasil nyata. Akankah angka stunting di Pangandaran benar-benar bisa ditekan? Waktu yang akan menjawab.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
