PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Gerak cepat dilakukan! Upaya melawan stunting di Pangandaran makin serius. Sebuah rumah sakit daerah tak tinggal diam, langsung tancap gas menggandeng perusahaan nutrisi ternama demi merumuskan “senjata” baru: Panduan Praktik Klinis (PPK).
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Kegiatan pembentukan PPK sekaligus sosialisasi penatalaksanaan stunting ini digelar untuk memastikan penanganan anak-anak bermasalah gizi bisa lebih terarah, terukur, dan nggak asal-asalan.
Yang terlibat pun bukan kaleng-kaleng. Mulai dari dokter spesialis anak, tim gizi, farmasi, perawat anak, sampai jajaran manajemen rumah sakit ikut turun tangan. Semua dikumpulkan dalam satu meja demi menyusun strategi terpadu menghadapi ancaman stunting yang diam-diam mengintai generasi muda.
Direktur utama rumah sakit, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, MM, blak-blakan soal pentingnya langkah ini. Menurutnya, PPK bukan cuma dokumen, tapi “kitab suci” bagi tenaga kesehatan dalam menangani kasus stunting.
“Dengan adanya PPK ini, semua tenaga kesehatan punya pedoman yang sama. Jadi nggak ada lagi penanganan yang beda-beda. Harapannya, pelayanan jadi lebih optimal, jelas arahnya, dan hasilnya bisa diukur,” tegasnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
