Gerak Cepat! Rumah Sakit di Pangandaran Bongkar Strategi Baru Tekan Stunting

Eris Riswana
Dr. dr Hj. Titi Sutiamah, MM selaku Direktur RSUD Pandega Pangandaran, “MCU ini terbuka untuk mahasiswa, pelajar serta masyarakat umum lainnya,”( Foto: iNewsPangandaran.id/Eris Riswana)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id -  Gerak cepat dilakukan! Upaya melawan stunting di Pangandaran makin serius. Sebuah rumah sakit daerah tak tinggal diam, langsung tancap gas menggandeng perusahaan nutrisi ternama demi merumuskan “senjata” baru: Panduan Praktik Klinis (PPK).

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Kegiatan pembentukan PPK sekaligus sosialisasi penatalaksanaan stunting ini digelar untuk memastikan penanganan anak-anak bermasalah gizi bisa lebih terarah, terukur, dan nggak asal-asalan.

Yang terlibat pun bukan kaleng-kaleng. Mulai dari dokter spesialis anak, tim gizi, farmasi, perawat anak, sampai jajaran manajemen rumah sakit ikut turun tangan. Semua dikumpulkan dalam satu meja demi menyusun strategi terpadu menghadapi ancaman stunting yang diam-diam mengintai generasi muda.

Direktur utama rumah sakit, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, MM, blak-blakan soal pentingnya langkah ini. Menurutnya, PPK bukan cuma dokumen, tapi “kitab suci” bagi tenaga kesehatan dalam menangani kasus stunting.

“Dengan adanya PPK ini, semua tenaga kesehatan punya pedoman yang sama. Jadi nggak ada lagi penanganan yang beda-beda. Harapannya, pelayanan jadi lebih optimal, jelas arahnya, dan hasilnya bisa diukur,” tegasnya.



Tak berhenti di situ, sosialisasi juga digencarkan. Tujuannya jelas: biar seluruh tenaga medis makin paham cara menangani stunting secara komprehensif. Bukan cuma soal pengobatan, tapi juga urusan gizi anak yang sering jadi akar masalah.

Langkah ini dianggap krusial. Pasalnya, stunting bukan penyakit biasa. Dampaknya bisa panjang, mulai dari gangguan tumbuh kembang hingga menurunnya kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dengan gebrakan ini, pihak rumah sakit berharap kualitas pelayanan anak makin naik kelas. Nggak cuma sekadar mengobati, tapi juga mencegah sejak dini.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung program pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Targetnya jelas, menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Kini, bola panas ada di lapangan. Dengan pedoman sudah disiapkan dan kolaborasi lintas sektor sudah dibentuk, publik menunggu hasil nyata. Akankah angka stunting di Pangandaran benar-benar bisa ditekan? Waktu yang akan menjawab.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network