Bahaya Campak, Virus Super Menular Ini Bisa Jangkiti hingga 18 Orang Sekaligus

Eris Riswana
Campak mulai mengintai, anak tanpa imunisasi paling rentan terinfeksi. ( Foto: Istimewa).

Imunisasi yang dimaksud adalah vaksin Vaksin Campak-Rubella (MR), yang selama ini menjadi benteng utama pencegahan.

Menurut pihak RSUD Pandega, anak yang belum mendapatkan imunisasi MR secara lengkap atau memiliki kondisi gizi kurang baik akan lebih mudah terserang virus campak.

“Anak yang belum mendapatkan imunisasi MR secara lengkap atau memiliki status gizi kurang baik akan sangat berisiko. Hal ini karena sistem imun mereka belum memiliki kemampuan optimal untuk melawan virus tersebut,” jelas pihak rumah sakit dalam keterangan resminya.

Tenaga kesehatan juga menegaskan, imunisasi bukan hanya mencegah penularan, tetapi juga berfungsi sebagai “perisai” untuk mengurangi risiko komplikasi berat apabila anak tetap terpapar virus.

Campak biasanya tidak langsung menunjukkan gejala setelah seseorang tertular. Masa inkubasinya, yakni sejak virus masuk ke tubuh hingga muncul tanda-tanda penyakit, rata-rata sekitar 10 hari.

Karena itu, orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi anak.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mata merah dan sensitif terhadap cahaya, disertai gejala seperti flu, misalnya batuk, hidung berair, hingga sakit tenggorokan.

Selain itu, anak juga bisa mengalami tubuh lemas, mudah lelah, hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh. Gangguan pencernaan seperti diare atau muntah juga bisa muncul pada sebagian penderita.

Tanda khas lain yang sering muncul adalah bintik putih kecil di bagian dalam mulut yang dikenal sebagai Bintik Koplik, yang biasanya muncul sebelum ruam merah menyebar.

Setelah itu, ruam merah biasanya akan mulai muncul dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Tenaga kesehatan menegaskan, orang tua sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika anak mulai menunjukkan gejala yang mengarah pada campak. Langkah cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain imunisasi, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah sederhana seperti menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta rutin mencuci tangan dinilai mampu membantu menekan penyebaran penyakit menular.

Pihak RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika anak menunjukkan tanda-tanda campak.

Dengan deteksi dan penanganan lebih dini, penyebaran virus di lingkungan sekitar diharapkan bisa dicegah sebelum meluas.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network