“Nilai dasarnya sama, pengendalian diri, penyucian jiwa, dan penghormatan terhadap kekuatan yang lebih tinggi. Inilah yang membuat Ramadan mudah diterima di berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Di tanah Sunda misalnya, tradisi munggahan sebelum Ramadan menjadi simbol penyucian diri dan saling memaafkan. Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi bentuk penghormatan kepada leluhur yang mengajarkan pentingnya harmoni sosial.
Begitu pula dengan ziarah kubur menjelang puasa. Erik menilai, ini bukan praktik tanpa makna. Dalam perspektif budaya, ziarah adalah cara masyarakat menjaga hubungan spiritual dengan pendahulu mereka.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
