Hari Hemofilia Sedunia, Dokter Ingatkan: Wanita dan Anak Perempuan Juga Rentan

Eris Riswana
Edukasi Hemofilia. ( Foto: ist)

Akibatnya? Mereka harus hidup bertahun-tahun dalam kebingungan. Mengalami mimisan berulang, memar tanpa sebab jelas, atau perdarahan hebat saat menstruasi tanpa tahu apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh mereka.

Tahun ini, peringatan Hari Hemofilia Sedunia mengangkat tema “Access for All: Women and Girls Bleed Too”. Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah tamparan keras bagi sistem kesehatan dan masyarakat yang masih memandang sebelah mata kondisi perempuan dan anak perempuan dengan gangguan perdarahan.

Dyah menjelaskan, hemofilia biasanya diturunkan dari orangtua dan terjadi karena tubuh kekurangan protein pembeku darah. Tanpa protein ini, tubuh kesulitan menghentikan perdarahan. Bahkan dalam kasus tertentu, perdarahan bisa terjadi secara spontan tanpa benturan atau luka yang jelas.

“Bukan hanya setelah cedera. Kadang tanpa sebab pun bisa terjadi perdarahan. Itu yang membuat kondisi ini berbahaya,” paparnya.

Ironisnya, akses pemeriksaan dan pengobatan belum sepenuhnya merata. Pemeriksaan faktor pembekuan darah masih belum dikenal luas oleh masyarakat. Padahal, deteksi dini bisa menjadi penyelamat hidup.

Di Pangandaran sendiri, Dyah berharap masyarakat mulai berani memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk.

Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan seperti pemeriksaan faktor pembekuan dan ketersediaan obat harus terus didorong agar merata. Namun, di atas segalanya, kesadaran masyarakat adalah kunci utama.

“Pemerataan layanan dan edukasi kesehatan memang penting. Tapi kesadaran untuk datang ke dokter itu jauh lebih penting. Ayo periksakan diri jika ada keluhan, agar mendapatkan penanganan medis yang tepat,” pungkasnya.

Pesan ini menjadi pengingat keras: darah yang terus mengalir bukan hal sepele. Jangan sampai karena ketidaktahuan, nyawa menjadi taruhannya.

Hari Hemofilia Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah alarm bagi semua pihak bahwa perempuan dan anak perempuan juga bisa berdarah, dan mereka berhak mendapatkan perhatian serta akses pengobatan yang sama.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network