Rencana Hibah 30 Hektare ke ISBI, Tokoh Agama Singgung Warga Pangandaran Banyak Belum Miliki Lahan
"Bupati Pangandaran harusnya menghitung berapa ribu warga di Kabupaten Pangandaran yang belum mempunyai lahan untuk lokasi perumahan," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persoalan baru. Sebab, masyarakat selama ini masih harus berhadapan dengan perusahaan maupun petani lain ketika mencari lahan.
"Masa masyarakat harus berbenturan dengan perusahaan dan petani lain, sementara lahan yang jelas statusnya malah dihibahkan," ucapnya.
Habibudin juga mempertanyakan urgensi pemberian hibah tanah seluas 30 hektare untuk pembangunan atau pengembangan ISBI Bandung di Kabupaten Pangandaran.
"Urgensi hibah tanah 30 hektare ke ISBI di Kabupaten Pangandaran itu apa?" ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah aset tanah yang sebelumnya telah dialokasikan untuk lembaga pendidikan.
Menurut Habibudin, Pemkab Pangandaran semestinya mengevaluasi terlebih dahulu pemanfaatan lahan-lahan tersebut sebelum kembali menghibahkan tanah dalam jumlah besar.
"UNPAD kan 31 hektare, sudah jelas sekarang terbengkalai. Kemudian IAIN 26 hektare," katanya.
Tak hanya soal lahan pendidikan, Habibudin juga menyoroti kondisi perkantoran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pangandaran yang menurutnya belum seluruhnya memiliki gedung sendiri.
"Perkantoran dinas atau SKPD Kabupaten Pangandaran masih enggak jelas, ngontrak, numpang di rumah warga," ucapnya.
Habibudin meminta Pemkab Pangandaran tidak terburu-buru merealisasikan rencana hibah tanah untuk ISBI Bandung. Ia mendesak agar kebijakan tersebut didasarkan pada kajian yang jelas dan mempertimbangkan kebutuhan sosial masyarakat Pangandaran.
"Seharusnya pemerintah daerah itu melihat kondisi kemajuan sosial dan kemudian ketersediaan tanah untuk masyarakat Pangandaran," katanya.
Ia menegaskan, masih banyak warga Pangandaran yang belum memiliki lahan untuk membangun rumah. Bahkan, kata dia, kebutuhan lahan tidak hanya untuk permukiman, tetapi juga untuk menunjang kehidupan masyarakat melalui lahan pertanian dan perkebunan.
"Masih banyak masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang hari ini tidak punya lahan untuk membangun rumah, apalagi kebun untuk pertanian," ujarnya.
Editor: Irfan Ramdiansyah