get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Idulfitri, KH Luthfi Fauzi Ingatkan Makna Kembali ke Fitrah Bukan Sekadar Baju Baru

Polemik IAIN Pangandaran Memanas, Pernyataan Terbaru Bikin Suasana Mereda

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:35 WIB
header img
SMA Ksatria Nusantara Pesantren Riyadussalikin selama ini menjadi salah satu lembaga pendidikan di Pangandaran yang banyak meluluskan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTKIS, PTKIN, (IAIN/ UIN). (Foto: ist)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Polemik rencana pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pangandaran belakangan ramai menjadi sorotan. Pro dan kontra bermunculan, terutama terkait kajian pendirian kampus hingga rencana pemanfaatan aset daerah.

Di tengah perdebatan tersebut, muncul pernyataan bernada permintaan maaf dari salah satu pihak yang sebelumnya ikut menyampaikan pandangan mengenai rencana IAIN Pangandaran.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa proses perencanaan IAIN Pangandaran bukanlah perkara baru. Bahkan, menurutnya, rencana tersebut telah berjalan cukup lama dan melibatkan banyak pihak.

“Perencanaan IAIN Pangandaran sudah lama dan sudah banyak yang terlibat,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat yang membaca unggahannya.


Menurutnya, pernyataan yang disampaikan dalam beberapa pekan terakhir justru membuat suasana menjadi gaduh.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dan yang membaca postingan saya, yang minggu-minggu ini bikin gaduh,” katanya.

Ia juga menegaskan secara pribadi dirinya merupakan bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIS dan PTKIN.

Karena itu, ia berharap seluruh proses pendirian IAIN Pangandaran dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya secara pribadi yang merupakan keluarga besar PTKIS dan PTKIN mendoakan semoga semuanya berjalan sesuai rencana, bermanfaat bagi semua dan mendapatkan ridlo Allah SWT,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadussalikin Padaherang, KH Luthfi Fauzi, justru melontarkan kritik keras terhadap kajian pendirian IAIN Pangandaran.

Ia menilai kajian tersebut belum memiliki dasar yang kuat. Bahkan, sejumlah indikator seperti kondisi geografis, jumlah penduduk, kondisi ekonomi, jumlah madrasah aliyah atau sekolah sederajat hingga tingkat pendidikan masyarakat Pangandaran dinilai perlu dikaji secara lebih serius.

KH Luthfi juga meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak terburu-buru menyerahkan aset tanah kepada Kementerian Agama untuk kepentingan pendirian kampus.

Menurutnya, sebelum keputusan besar diambil, pemerintah harus memastikan kajian dilakukan secara komprehensif dan tidak sekadar mengejar target pendirian perguruan tinggi.

Di sisi lain, KH Luthfi menyebut SMA Ksatria Nusantara Pesantren Riyadussalikin selama ini menjadi salah satu lembaga pendidikan di Pangandaran yang banyak meluluskan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTKIS, PTKIN, (IAIN/ UIN).

Polemik ini pun menunjukkan bahwa rencana pendirian IAIN Pangandaran masih menjadi perhatian berbagai kalangan.

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana pemerintah dan pihak-pihak terkait menjelaskan secara terbuka dasar kajian, kesiapan akademik, kebutuhan masyarakat serta rencana pemanfaatan aset daerah dalam proses pendirian IAIN Pangandaran.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut