Pimpinan Ponpes Riyadussalikin Pangandaran Ungkap Krisis Akhlak Remaja, Ramadan Tak Lagi Sakral
PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan akhlak, kini dinilai menghadapi tantangan serius. Fenomena remaja lebih sibuk dengan gawai ketimbang mengaji, nongkrong hingga larut malam dibanding tarawih, menjadi sorotan tajam pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalikin.
Pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Riyadussalikin, KH Luthfi Fauzi, tak menampik adanya perubahan mencolok dalam perilaku generasi muda setiap Ramadan datang.
“Ramadan itu madrasah akhlak. Tapi sekarang, tantangannya luar biasa. Anak-anak lebih akrab dengan layar daripada lembaran Al-Qur’an,” ujarnya tegas saat ditemui di lingkungan pesantren.
Dulu, kata dia, suara tadarus menggema dari surau hingga pelosok kampung. Anak-anak berlomba khatam Al-Qur’an, remaja berbondong-bondong memenuhi saf tarawih. Kini? Tak sedikit yang memilih menghabiskan waktu dengan media sosial.
Fenomena ini bukan sekadar asumsi. Ia mengaku melihat sendiri perubahan pola kebiasaan santri baru yang masuk ke pesantren.
Editor : Irfan Ramdiansyah