get app
inews
Aa Text
Read Next : Memanfaatkan Lahan Tidur Saat Kemarau, Petani di Pangandaran Tanam Mentimun

Krisis Air Bersih di Pangandaran, Warga Rela Antre di Sumur Tua Demi Bertahan Hidup

Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:13 WIB
header img
Warga Desa Sindangwangi, Pangandaran, membawa jerigen menuju sumur tua yang menjadi andalan saat krisis air bersih akibat musim kemarau. (Foto : iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Musim kemarau yang telah berlangsung hampir dua bulan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, warga kini harus berjibaku mendapatkan air bersih setelah sebagian besar sumur milik mereka mengalami penyusutan debit, bahkan mulai mengering.

Setiap pagi dan sore, warga berbondong-bondong menuju sebuah sumur tua yang berada di kawasan perkebunan. Meski lokasinya cukup jauh dari permukiman, sumur tersebut menjadi satu-satunya harapan karena masih menyimpan air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemandangan antrean warga membawa jerigen, ember hingga tumpukan pakaian kotor menjadi rutinitas baru selama musim kemarau. Mereka bergantian menimba air untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Bagi warga, perjuangan mendapatkan air bukan perkara mudah. Mereka harus berjalan kaki cukup jauh sambil membawa wadah kosong, lalu kembali memikul beban berat berisi air menuju rumah.



"Dari rumah jaraknya lumayan jauh, apalagi saya sudah tua. Kalau musim kemarau warga semua ngangsu atau mengambil air ke sini untuk kebutuhan sehari-hari. Sudah dua bulan setiap hari mengambil air di sini menggunakan ember. Air ini sangat dibutuhkan untuk masak, mencuci, mandi dan kebutuhan lainnya, jadi setiap pagi dan sore selalu mengambil air ke sini," ujar Nenek Jumsah, salah seorang warga.

Menurut warga, kondisi seperti ini hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Beruntung, sumur tua tersebut berada di dekat saluran irigasi sehingga debit airnya masih relatif terjaga dan mampu menjadi penyelamat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Camat Padaherang, Agus Gumilar, mengatakan hingga saat ini sudah ada dua desa di wilayahnya yang teridentifikasi mengalami kesulitan air bersih. Pihak kecamatan masih melakukan pendataan untuk mengetahui wilayah lain yang terdampak.

"Kami akan berupaya meringankan beban warga dengan menyalurkan bantuan air bersih dan berkoordinasi dengan BPBD. Harapan kami ke depan jaringan PDAM dapat menjangkau wilayah Padaherang," kata Agus.

Desa Sindangwangi menjadi salah satu wilayah yang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen, seperti pembangunan sumur bor, perluasan jaringan PDAM, serta penambahan sarana penampungan air agar mereka tidak lagi bergantung pada sumur tua setiap kemarau datang.

Hingga kini, pemerintah kecamatan masih melakukan pendataan wilayah terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan air bersih. Warga berharap bantuan segera datang sebelum kondisi kekeringan semakin meluas.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut