Bupati Pangandaran Desak Penanganan Tongkang Nautica 22 Dipercepat, Batu Bara Harus Segera Diangkat
Bupati Pangandaran menegaskan, pembersihan batu bara dan pekerjaan suplai bawah air menjadi prioritas utama. Namun, seluruh proses harus tetap memperhatikan faktor keselamatan karena kondisi gelombang dan cuaca di perairan masih belum bersahabat.
"Pembersihan batu bara itu menjadi permasalahan yang lebih penting saat ini, termasuk suplai bawah air, dan itu harus segera dilakukan. Tetapi kami juga memohon jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi perairan saat ini kurang baik," ujarnya.
Ia juga meminta perusahaan segera mengerahkan peralatan yang dibutuhkan agar proses pengangkatan batu bara bisa dipercepat, meski diakui pekerjaan tersebut tidak mudah dan memerlukan waktu.
"Catatan saya satu, bagaimana batu bara ini bisa terangkat. Saya tahu prosesnya tidak mudah dan alat-alat yang dibutuhkan juga memerlukan waktu. Tapi saya mohon agar secepatnya masalah ini selesai dan kondisi masyarakat yang terdampak insiden batu bara ini benar-benar diperhatikan," tegasnya.
Selain mendesak percepatan pembersihan, Bupati meminta seluruh pihak segera menyusun jadwal rencana aksi yang terukur dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Langkah itu dinilai penting agar proses penanganan berjalan sesuai target sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Insiden kandasnya Tongkang Nautica 22 sebelumnya menjadi sorotan publik setelah tumpahan batu bara diduga mencemari perairan Pangandaran dan memicu kekhawatiran nelayan serta pelaku wisata terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Editor : Irfan Ramdiansyah