Tak Bisa Santai! Jurnalis Priangan Timur Dipaksa Adaptasi di Tengah Badai Digital
TASIKMALAYA, iNewsPangandaran.id - Dunia jurnalistik di Priangan Timur lagi-lagi diguncang! Kali ini bukan soal kasus, tapi soal “bekal perang” menghadapi derasnya arus digital yang makin liar.
Bertempat di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID Jabar) tancap gas mengumpulkan jurnalis dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran hingga Garut.
Bukan sekadar kumpul biasa, acara bertajuk “Pentingnya Pemahaman Regulasi & Adaptasi Digital bagi Jurnalis di Priangan Timur” ini jadi ajang “bongkar isi kepala” soal bahaya digitalisasi yang tak terkendali.
Sorotan utama datang dari anggota DPR RI, Oleh Soleh. Dalam paparannya, ia blak-blakan: dunia digital itu seperti pisau bermata dua.
“Digitalisasi itu tidak bisa dihindari. Tapi kalau jurnalis lemah soal regulasi, dampaknya bisa berbahaya. Informasi bisa disalahgunakan,” tegasnya.
Editor : Irfan Ramdiansyah