Anggur Tumbuh di Parkiran Sekolah! SDN 2 Ciganjeng Sulap Lahan Sempit Jadi Green House Produktif
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Siapa sangka, lahan parkir yang biasanya dipenuhi deretan kendaraan, kini berubah drastis jadi kebun anggur yang subur dan bikin melongo. Inovasi nyentrik ini datang dari SDN 2 Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Awalnya, area tersebut direncanakan menjadi garasi kendaraan. Tapi berkat ide kreatif pihak sekolah, lahan itu justru “disulap” jadi green house kebun anggur yang produktif. Tak cuma menghasilkan buah, tempat ini juga jadi sarana belajar unik bagi para siswa.
Di dalam green house, deretan pohon anggur tumbuh rimbun. Buah-buah berwarna hijau dan ungu menggantung segar, hasil dari berbagai jenis anggur impor yang ditanam sekitar enam bulan lalu. Hebatnya, tanaman tersebut kini sudah mulai berbuah dan siap dipanen.
Kehadiran kebun anggur ini langsung jadi magnet. Siswa dan guru terlihat antusias melihat hingga mencicipi hasil panen. Bahkan, jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran turut turun langsung meninjau lokasi. Mereka pun ikut memetik dan mencicipi anggur segar tersebut.
Namun, program ini bukan sekadar soal panen buah. Lebih dari itu, green house ini dijadikan media pembelajaran karakter. Siswa diajarkan disiplin, tanggung jawab, hingga kesabaran dalam merawat tanaman dari nol hingga berbuah.
Hasil panen pun dibagikan kepada para siswa. Momen ini jadi pengalaman langka bagi mereka yang biasanya hanya menikmati buah anggur di momen tertentu.
Aliya, siswi kelas enam, mengaku sangat senang bisa mencicipi anggur hasil kebun sekolahnya sendiri.
"Seneng banget bisa makan anggur, yang biasanya setahun sekali saat Lebaran. Rasanya manis asem dan segar," ujarnya polos.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Ciganjeng, Wahyuningsih, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan kelompok tani.
"Kami berkolaborasi dengan kelompok tani. Sebelumnya tempat ini garasi motor. Sekarang menjadi sarana edukasi karakter dan literasi, di mana siswa bisa membaca di bawah pohon anggur," ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Soleh Supriadi. Ia menyebut inovasi ini layak jadi contoh.
"Ini contoh pemanfaatan lahan terbatas yang produktif dan edukatif. Bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain," katanya.
Menariknya, green house ini tetap difungsikan sebagai area parkir dengan konsep multifungsi. Jadi, selain belajar bercocok tanam, siswa juga dilatih menahan diri untuk tidak memetik buah sebelum waktunya.
Inovasi sederhana ini membuktikan, keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berkreasi. Justru dari ruang sempit, lahir ide besar yang memberi manfaat nyata bagi pendidikan generasi muda.
Editor: Irfan Ramdiansyah