Lomba Ngabedug Sukses Ciptakan Malam Takbiran Aman dan Kondusif di Pangandaran
Dentuman bedug bersahutan dengan gema takbir, menciptakan atmosfer yang tak hanya religius, tapi juga menghibur. Tak heran, banyak pengunjung yang rela berlama-lama hanya untuk menyaksikan parade ini.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potowari, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba. Ada misi besar di baliknya.
“Ini bukan hanya kompetisi, tapi bentuk kebersamaan dan sedekah kebahagiaan untuk masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, malam takbiran harus diisi dengan kegiatan positif yang tetap menjaga ketertiban dan nilai religius.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan konvoi berlebihan di jalanan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres AKP Yudi Risnandar SH MH Pangandaran mengungkapkan, total ada 13 peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba ini.
“Antusias masyarakat luar biasa. Masing-masing DKM didukung penuh warganya, jadi suasana benar-benar meriah,” katanya.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga jadi strategi untuk meredam pawai takbiran liar yang kerap memicu kemacetan.
“Kami siapkan wadahnya di sini, sekalian dilombakan supaya lebih tertib dan terorganisir,” tambahnya.
Langkah ini juga sejalan dengan tujuan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yakni menciptakan kondisi malam takbiran yang aman dan kondusif di kawasan wisata Pangandaran.
Salah satu peserta, Dayat , mengaku senang dengan adanya lomba ini. Ia menilai kegiatan ngabedug seperti ini sangat jarang digelar, apalagi di pusat wisata.
“Seru banget, semoga bisa jadi agenda rutin tiap tahun,” ujarnya.
Malam pun semakin larut, tapi semangat tak surut. Di Pangandaran, takbir bukan cuma dikumandangkan, tapi juga “ditabuh” dengan penuh gaya.
Editor : Irfan Ramdiansyah