Penerima MBG Wajib Paham: Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Soal Masa Depan
Karena itu, penerima diimbau untuk tidak menyia-nyiakan makanan yang diberikan.
Setiap siswa penerima memiliki hak untuk:
- Mendapat makanan dalam kondisi higienis dan layak konsumsi
- Menerima porsi sesuai standar gizi
- Mendapat menu yang bervariasi
- Mendapat edukasi tentang pentingnya pola makan sehat
Jika ada makanan yang dirasa kurang layak, pihak sekolah dapat melakukan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain hak, ada tanggung jawab yang harus dijalankan penerima. Di antaranya:
- Menghabiskan makanan sesuai porsi
- Tidak membuang makanan sembarangan
- Tidak memilih-milih menu
- Menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan adalah bagian dari pendidikan karakter yang ingin dibangun melalui program ini.
Meski ada MBG, orang tua tetap memiliki peran utama dalam memastikan kecukupan gizi anak. Program ini adalah penunjang, bukan pengganti tanggung jawab keluarga.
Di rumah, orang tua tetap perlu memberikan makanan tambahan yang sehat dan mengedukasi anak agar terbiasa mengonsumsi sayur serta buah.
Komunikasi dengan pihak sekolah juga penting jika anak memiliki alergi atau kebutuhan khusus.
Program MBG merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Dengan gizi yang cukup, risiko stunting dapat ditekan, angka anemia bisa dikurangi, dan kualitas belajar meningkat. Generasi yang sehat hari ini akan menjadi tulang punggung pembangunan di masa depan.
Karena itu, bagi para penerima, manfaatkan program ini dengan bijak. Jangan anggap remeh makanan yang tersaji di depan mata. Di balik satu piring makanan bergizi, tersimpan harapan besar untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.
Editor : Irfan Ramdiansyah