Penerima MBG Wajib Paham: Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Soal Masa Depan
PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya soal membagikan makanan kepada siswa di sekolah. Lebih dari itu, program ini adalah langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat sejak usia dini.
Melalui kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat dan melibatkan berbagai instansi seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Kesehatan, MBG hadir untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari belajar.
Namun, penting dipahami oleh para penerima bahwa program ini bukan sekadar “jatah makan gratis”. Ada tujuan besar di balik setiap nasi, lauk, sayur, dan buah yang tersaji.
MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak sesuai standar kesehatan. Dalam satu porsi, terdapat unsur karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah untuk menjaga daya tahan tubuh.
Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup terbukti memiliki konsentrasi lebih baik saat belajar. Mereka lebih fokus, tidak mudah lemas, dan lebih aktif dalam mengikuti pelajaran di kelas.
Karena itu, penerima diimbau untuk tidak menyia-nyiakan makanan yang diberikan.
Setiap siswa penerima memiliki hak untuk:
- Mendapat makanan dalam kondisi higienis dan layak konsumsi
- Menerima porsi sesuai standar gizi
- Mendapat menu yang bervariasi
- Mendapat edukasi tentang pentingnya pola makan sehat
Jika ada makanan yang dirasa kurang layak, pihak sekolah dapat melakukan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain hak, ada tanggung jawab yang harus dijalankan penerima. Di antaranya:
- Menghabiskan makanan sesuai porsi
- Tidak membuang makanan sembarangan
- Tidak memilih-milih menu
- Menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan adalah bagian dari pendidikan karakter yang ingin dibangun melalui program ini.
Meski ada MBG, orang tua tetap memiliki peran utama dalam memastikan kecukupan gizi anak. Program ini adalah penunjang, bukan pengganti tanggung jawab keluarga.
Di rumah, orang tua tetap perlu memberikan makanan tambahan yang sehat dan mengedukasi anak agar terbiasa mengonsumsi sayur serta buah.
Komunikasi dengan pihak sekolah juga penting jika anak memiliki alergi atau kebutuhan khusus.
Program MBG merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Dengan gizi yang cukup, risiko stunting dapat ditekan, angka anemia bisa dikurangi, dan kualitas belajar meningkat. Generasi yang sehat hari ini akan menjadi tulang punggung pembangunan di masa depan.
Karena itu, bagi para penerima, manfaatkan program ini dengan bijak. Jangan anggap remeh makanan yang tersaji di depan mata. Di balik satu piring makanan bergizi, tersimpan harapan besar untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.
Editor : Irfan Ramdiansyah