Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Motor Brong Bikin Resah Saat Ngabuburit, Akhirnya Ditindak Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Ngabuburit Ala Bah Rangga, Seniman Sunda Ini Sindir Generasi Nongkrong Tanpa Makna

Senin, 23 Februari 2026 | 20:58 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Ngabuburit Ala Bah Rangga, Seniman Sunda Ini Sindir Generasi Nongkrong Tanpa Makna
Suara Bah Rangga menjadi pengingat bahwa tradisi bukan untuk ditinggalkan, melainkan dirawat. (Foto: ist)

PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Ngabuburit bagi sebagian orang mungkin hanya soal menunggu azan magrib sambil nongkrong dan berburu takjil. Tapi di mata seniman Sunda, Bah Rangga, ngabuburit bukan sekadar buang waktu jelang berbuka. Ada nilai, ada rasa, bahkan ada ruh budaya yang kini mulai terkikis.

Ditemui di sela aktivitasnya, Bah Rangga berbicara lugas. Sorot matanya tajam ketika membahas perubahan tradisi ngabuburit di tanah Pasundan, khususnya di Pangandaran.

“Dulu ngabuburit itu ada seninya, ada adabnya. Anak-anak muda ngumpul bukan cuma ketawa-ketiwi, tapi ada yang ngaji, ada yang latihan degung, ada yang belajar kawih Sunda,” ujarnya pelan namun penuh penekanan.

Menurut Bah Rangga, zaman dulu suasana sore Ramadan terasa lebih syahdu. Anak-anak berlarian di lapang sambil membawa bedug kecil, remaja putra membantu bersih-bersih masjid, sementara para orang tua duduk di bale-bale bambu sambil bertukar cerita.

Ia menyebut, ngabuburit adalah ruang pertemuan antara budaya dan spiritualitas. 

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut