get app
inews
Aa Text
Read Next : Siap Sambut Pemudik! Perbaikan Jalur Nasional Selatan Pangandaran Dipacu

Dulu Sederhana, Rasanya Nendang! Takjil Tempo Doeloe Pangandaran Bikin Kangen Kampung Halaman

Senin, 23 Februari 2026 | 08:52 WIB
header img
Ilustrasi. ( Foto: AI)

Terbuat dari ampas minyak kelapa yang dimasak hingga kecokelatan, galendo punya cita rasa gurih-manis yang khas. Teksturnya padat, sedikit berminyak, tapi justru di situlah kenikmatannya. Biasanya disantap bersama pisang rebus hangat atau sekadar dicocol gula pasir.

Di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, seorang warga sepuh bernama Saodah masih mengingat betul bagaimana suasana berbuka puasa puluhan tahun silam. Baginya, takjil bukan soal tren, tapi soal rasa yang jujur dan kebersamaan.

“Dulu mah, buka puasa cukup galendo sama cai panas juga sudah nikmat,” ujarnya mengenang masa kecilnya.

Tak ada kemasan modern. Galendo dibungkus daun atau kertas minyak, dibeli di warung kecil pinggir jalan. Sederhana, tapi mengenyangkan.

Sale Lidah: Manis Legit Dijemur Matahari Pantai

Kalau bicara soal pisang sale, Pangandaran tak bisa dipisahkan dari sejarahnya. Sale lidah yang dulu dijemur langsung di bawah terik matahari pantai punya aroma khas perpaduan manis alami dan sedikit sentuhan asap kayu bakar.

Prosesnya panjang. Pisang diiris tipis memanjang, lalu dijemur di para-para bambu. Angin laut ikut membantu mengeringkan, memberi karakter rasa yang sulit ditiru mesin modern.

Saat berbuka, sale lidah jadi energi instan. Satu dua potong saja sudah cukup mengembalikan tenaga setelah seharian menahan lapar. Teksturnya legit, sedikit kenyal, dengan rasa manis yang tidak menusuk.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut