Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lamine Coffee & Bakery Hadir Di Pangandaran, Bidik Pasar Kuliner Hingga Oleh-Oleh Khas Daerah
Advertisement . Scroll to see content

Munggahan di Bendungan Matras, Warga Padati Wisata Murah Meriah Warisan Belanda

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:56 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Munggahan di Bendungan Matras, Warga Padati Wisata Murah Meriah Warisan Belanda
Warga bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga merawat kebersamaan dan mengenang jejak masa lalu. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

Layaknya tempat bersejarah lain di Indonesia, Bendungan Matras juga menyimpan cerita legenda yang hingga kini masih sesekali dibahas warga sepuh. Konon, dahulu sungai tersebut dihuni makhluk gaib berupa Buaya Putih atau Buaya Buntung. Cerita itu diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Namun seiring berkembangnya zaman dan semakin ramainya aktivitas manusia di sekitar bendungan, mitos tersebut perlahan memudar. Kini, kawasan ini sepenuhnya menjadi ruang publik yang aman dan nyaman untuk rekreasi keluarga.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bendungan Matras mulai viral di berbagai platform media sosial. Banyak konten kreator lokal mengunggah video keseruan berenang, body rafting ringan menggunakan ban, hingga momen santai menikmati sore di tepian bendungan.

Melihat potensi tersebut, warga setempat bersama Karang Taruna berinisiatif mengelola kawasan secara swadaya. Mereka menyediakan fasilitas sederhana seperti penyewaan ban untuk berenang serta tikar untuk duduk santai.

Tarifnya pun relatif ramah di kantong. Cukup dengan membayar sewa ban dan alas duduk, pengunjung sudah bisa menikmati suasana alam tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Meski begitu, sejumlah warga berharap pemerintah daerah ikut turun tangan melakukan penataan lebih lanjut. Mulai dari akses jalan, area parkir, hingga fasilitas kebersihan agar Bendungan Matras semakin tertata dan aman.

Apalagi, menjelang Ramadan dan Lebaran, lonjakan pengunjung diprediksi terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan akan muncul persoalan seperti sampah menumpuk atau potensi kecelakaan di area air.

Di sisi lain, geliat wisata Bendungan Matras menjadi angin segar bagi perekonomian warga sekitar. Pedagang dadakan mulai bermunculan menjajakan jajanan ringan, minuman dingin, hingga makanan berat.

Tradisi munggahan yang biasanya dilakukan di rumah atau rumah makan, kini menemukan nuansa baru di ruang terbuka yang sarat sejarah. 

Warga bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga merawat kebersamaan dan mengenang jejak masa lalu yang tersimpan di balik kokohnya bendungan tua itu.

Menjelang azan magrib berkumandang, satu per satu keluarga mulai berkemas. Tawa anak-anak yang sejak siang bermain air perlahan mereda. Bendungan Matras kembali menunjukkan wajah aslinya sebagai bangunan tua yang berdiri di antara aliran Sungai Putrapinggan.

Namun hari itu, ia bukan sekadar bendungan. Ia menjadi saksi kebersamaan, tradisi, dan geliat wisata rakyat yang tumbuh dari bawah, sederhana, meriah, dan penuh makna menjelang bulan suci.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut