Jalan Titik Pantau Hilal di Pangandaran Rusak Parah, Warga: Setiap Tahun Dipakai, Kenapa Dibiarkan?
Agenda sakral penentuan awal Ramadan tinggal menghitung jam. Namun akses menuju lokasi justru menjadi catatan merah yang tak bisa diabaikan.
Padahal, selain menjadi lokasi pemantauan hilal, kawasan Pantai Pasir Lasih memiliki panorama yang begitu indah. Dari atas perbukitan, hamparan Samudra Hindia terlihat luas membentang. Deburan ombak berpadu dengan angin laut menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.
Dari sisi wisata, lokasi ini sangat potensial. Pemandangan matahari terbenamnya memukau. Garis cakrawala yang bersih membuat tempat ini ideal untuk rukyatul hilal sekaligus destinasi wisata religi dan alam. Namun potensi itu seakan tertutup oleh persoalan klasik, infrastruktur.
Jalan rusak tak hanya berdampak pada kegiatan pemantauan hilal, tetapi juga aktivitas harian warga. Jalur tersebut menjadi akses masyarakat untuk berkebun, melaut, hingga mobilitas ekonomi lainnya.
“Kalau hujan licin sekali. Kalau kering berdebu dan berbatu. Kami yang tiap hari lewat sudah biasa, tapi tetap berbahaya,” keluh warga lainnya.
Ironisnya, sebagai titik resmi pemantauan hilal di wilayah selatan Jawa Barat, lokasi ini kerap didatangi unsur Kementerian Agama, aparat pemerintah daerah, hingga tim rukyat. Namun persoalan akses belum juga tuntas. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah.
Terlebih lokasi ini bukan hanya tempat kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menyimpan potensi wisata yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau jalannya bagus, orang pasti banyak yang datang. View-nya luar biasa,” ucap Amin yang berada dilokasi.
Editor : Irfan Ramdiansyah